Rabu, 20 Januari 2016

TOLONG MENOLONG PADA MASYARAKAT PAKPAK



Hampir semua aspek kehidupan tidak lepas dari budaya gotong royong. Misalnya, gotong royong tolong menolong dijumpai dalam aktivitas upacara adat (mergugu, merkebbas, toktok ripe, muat nakan peradupen), aktivitas ekonomi (rimpah-rimpah, abin-abin, mengurupi, merkua, page kongsi, merbellah, memakan, Jampalen, bendar kongsi), aktivitas religi dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Untuk kepentingan lebih luas, juga masih dipraktekkan, seperti : pembuatan dan perawatan jalan, Pembuatan jembatan, Tempat pemandian umum, pembangunan tempat ibadah , dan upacara-upacara adat serta upacara hari-hari besar negara Repulik Indonesia. Mereka selalu melaksanakan gotong royong untuk tujuan mendapatkan hasil yang optimal dari suatu kegiatan.

      Dengan paparan contoh di atas dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, bahwa gotong royong sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Pakpak Bharat khususnya. Kebiasaan ini telah berurat berakar dan dijadikan sebagai suatu solusi untuk pemecahan permasalahan hidup yang dihadapi. Kedua, sebagai bagian dari kebudayaan yang sifatnya dinamis, bentuk dan substansi sistem gotong royong di Pakpak Bharat, telah terjadi perubahan dan penyesuaian sesuai dengan tuntutan zaman. Ketiga, sebagai suatu potensi lokal, tentu sistem gotong royong di Pakpak Bharat dapat diadopsi dalam program pembangunan pemerintah, baik untuk pembangunan fisik, sektor budaya maupun sektor sosial ekonomi lainnya.
            





Tidak ada komentar:

Posting Komentar