Hampir semua aspek kehidupan tidak lepas
dari budaya gotong royong. Misalnya, gotong royong tolong menolong dijumpai
dalam aktivitas upacara adat (mergugu,
merkebbas, toktok ripe, muat nakan peradupen), aktivitas ekonomi (rimpah-rimpah, abin-abin, mengurupi, merkua,
page kongsi, merbellah, memakan, Jampalen, bendar kongsi), aktivitas religi
dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Untuk kepentingan lebih luas, juga masih
dipraktekkan, seperti : pembuatan dan perawatan jalan, Pembuatan jembatan,
Tempat pemandian umum, pembangunan tempat ibadah , dan upacara-upacara adat
serta upacara hari-hari besar negara Repulik Indonesia. Mereka selalu
melaksanakan gotong royong untuk tujuan mendapatkan hasil yang optimal dari
suatu kegiatan.
Dengan
paparan contoh di atas dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, bahwa gotong
royong sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia umumnya
dan masyarakat Pakpak Bharat khususnya. Kebiasaan ini telah berurat berakar dan
dijadikan sebagai suatu solusi untuk pemecahan permasalahan hidup yang
dihadapi. Kedua, sebagai bagian dari kebudayaan yang sifatnya dinamis, bentuk
dan substansi sistem gotong royong di Pakpak Bharat, telah terjadi perubahan
dan penyesuaian sesuai dengan tuntutan zaman. Ketiga, sebagai suatu potensi
lokal, tentu sistem gotong royong di Pakpak Bharat dapat diadopsi dalam program
pembangunan pemerintah, baik untuk pembangunan fisik, sektor budaya maupun
sektor sosial ekonomi lainnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar