Minggu, 13 Desember 2015

Sistem Kekerabatan Pakpak

 
            Berdasarkan wilayah komunitas dan dialek bahasa yang digunakan Pakpak mengkategorikan dirinya menjadi lima bagian (lima suak) yang dikenal dengan istilah setempat Pakpak Silima suak. Masing-masing suak mempunyai perbedaan wilayah komunitas dan juga dialek bahasa yeng berbeda satu dengan yang lainnya. Kelima suak tersebut dinamakan dengan :
(1)   Suak Pakpak Keppas;
(2)   Suak Pakpak Pegagan;
(3)   Suak Pakpak Simsim;
(4)   Suak Pakpak Boang; dan
(5)   Suak Pakpak Kelasen.
Masing-masing kelompok suak bila diteliti secara mendalam tentu memiliki perbedaan-perbedaan budaya, tetapi semua kelompok suak mengaku dan mengidentifikasi diri sebagai suku bangsa atau etnis Pakpak. Secara tradisional sebenarnya komunitas  Pakpak Silima Suak berada dalam satu wilayah geografis, karena masing-masing wilayah berbatasan langsung yang disebut Tanoh Pakpak, tapi secara administrasi pemerintahan dan politik terbagi dalam beberapa kabupaten dan kota. Pakpak Keppas dan Pakpak Pegagan tinggal dan hidup di Kabupaten Dairi; Pakpak Kelasen tinggal dan hidup di  Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Tapanuli Tengah; Pakpak Boang tinggal dan hidup di Kabupaten Singkel dan Kota Sabulusallam Provinsi Nanggroe Darusalam; Serta Pakpak Simsim tinggal dan hidup di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.
         Silsilah marga-marga yang ada pada etnis Pakpak hingga kini belum banyak diketahui, diteliti dan dipublikasikan. Akibatnya banyak marga-marga Pakpak yang berorientasi atau mengidentikkan dirinya menjadi bagian dari marga etnis lainnya yang telah terpublikasi dan kadang bertentangan dengan keyakinan dan sistem kekerabatan Pakpak itu sendiri. Contohnya, di berbagai komunitas: marga Manik, Bancin, Banurea dan Tumangger masuk dalam kelompok marga Toba yang disebut Parna misalnya. Padahal dalam sistem kekerabatan Pakpak Manik dengan Bancin sejak dahulu saling kawin mawin, demikian juga antara marga Banurea dengan Bancin dan Tumangger. Hal ini tentu sangat memprihatinkan karena marga sebagi salah satu tonggak identitas Pakpak yang sangat penting. Kami menduga hal ini terjadi kemungkinan akibat ketidaktahuan dari anggota kelompok marga tersebut atau bisa juga dalam rangka adaptasi sosial semata.

Kuliner Tradisional Pakpak

Masakan tradisional Pakpak
1. Pelleng
2. Ginaru Menning
3. Ginaru Pote
4. Ginaru Gadong
5. Nakan Lada
6. Nakan Pagit
7.Nakan Nggersing
8. Nakan Pengambat
9. Ikan Binennem
10. Ikan Gemmuh
11. Ikan Binauh
12. Ikan Dinalang
13. Ikan Bingkis
14. Ikan ginoreng
15. Cina Tuyung
16. Cina Cenur
17. Cina Randat
18. Cina Penggabeen
19. Cina Tuba
20. Cina Lengnga
21. Cina Cirakaten
22. Cina Tomat
23. Gule niroroh
24. Gule dinalang
25. Gule Binauh
26. Gule Midin
27. dll

Pelleng

Program Kerja P3BP

Pusat Penelitian dan Pengembangan Budaya Pakpak disingkat menjadi P3BP.
Sekretariat: Jl. Bunga Kenanga no. 4 Padang Bulan Medan. Telp/Faks: 061-821756
No.Rek. 106-00-1040095-3 Bank Mandiri USU an. Lembaga Pusat Penelitian dan Pengembangan Budaya Pakpak

Program kerja al:

1). Mengadakan zikarah bulanan terkait dengan budaya Pakpak (telah terlaksana);

2).Menerbitkan Bulletin bulanan Rintis Prana sebagai media komunikasi masyarakat Pakpak (telah terlaksana)

3).Penelitian tentang Budaya Pakpak (belum terealisasi)

4). Membuat film dokumenter tentang potensi alam dan budaya Pakpak (dalam tahap penyusunan proposal).

5). Menerbitkan buku dan majalah Pakpak (sudah dan terus dilakukan);

6). Mengadakan seminar dan lokakarya yang terkait dengan Pakpak (Desember 2011 dilaksanakan di FISIP USU dengan nara sumber Dr. Budi Agustono dan Dr. Fikarwin Zuska dan di akhir tahun 2012 juga akan dilaksanakan ;

7). Mengadakan pelatihan dan revitalisasi potensi Budaya Pakpak, misalnya : simulasi kerja adat, bengkel kerajinan lokal Pakpak, pelatihan menjadi persinabul, dsb (belum terlaksana);

8). Pengadaan Perpustakaan sebagai pusat dokumentasi Pakpak (ada sekitar 30 Judul yang sudah terkumpul dan akan terus dikumpulkan);

9). Memberikan bantuan penulisan skripsi,thesis, desertasi bagi mahasiswa S1,S2 dan S3 yang topiknya terkait dengan Pakpak (sudah direalisasikan dan mohon partisipasi para donateur).

10). Kongres Kebudayaan Pakpak (belum direalisasikan/program jangka panjang);

11). Mendirikan Museum etnografi Pakpak di Lebbuh (Program Jangka Panjang).