Rabu, 20 Januari 2016

UPACARA ADAT PAKPAK




Upacara adat dalam istilah lokal atau tradisional dinamakan dengan kerja-kerja. Dalam perkembangan berikutnya sering juga dinamakan pesta adat. Seperti halnya masyarakat Pakpak umumnya, masyarakat Pakpak Bharat yang mayoritas mengaku sebagai etnis Pakpak  mengenal dua jenis upacara adat. Jenis pertama dinamakan dengan kerja baik, yakni jenis upacara adat yang sifatnya sukacita, misalnya upacara kelahiran, upacara perkawinan, upacara menanda tahun dan lain-lain. Jenis kedua disebut kerja njahat, yakni jenis upacara adat yang sifatnya duka cita, misalnya upacara mengrumbang, mate ncayur ntua, menutung tulan dan lain-lain (Berutu, 2008).
Semua jenis upacara ini dapat juga diklasifikasikan dengan beberapa tipe berdasarkan banyak dan sedikitnya jumlah peserta dalam suatu upacara adat. Pertama upacara dalam rumah tangga; kedua upacara dalam keluarga luas; ketiga upacara yang melibatkan tetangga dan warga komunitas kuta; dan ke empat upacara yang melibatkan suatu  marga atau warga beberapa kuta. Contoh upacara adat dalam rumah tangga misalnya upacara merkottas; meneppuh babah, dan sebagainya; upacara dalam keluarga luas misalya, upacara menerbeb; mengambat dan sebagainya; uparaca yang melibatkan tetangga atau warga komunitas kuta misalnya, upacara menanda tahun, mendomi sapo, mendegger uruk dan sebagainya. Upacara adat tersebut, juga dapat dikategorikan  berdasarkan keterkaitan dengan mata pencaharian hidup, lingkungan alam, daur hidup, komunitas dan kekerabatan. 
 







 

TOLONG MENOLONG PADA MASYARAKAT PAKPAK



Hampir semua aspek kehidupan tidak lepas dari budaya gotong royong. Misalnya, gotong royong tolong menolong dijumpai dalam aktivitas upacara adat (mergugu, merkebbas, toktok ripe, muat nakan peradupen), aktivitas ekonomi (rimpah-rimpah, abin-abin, mengurupi, merkua, page kongsi, merbellah, memakan, Jampalen, bendar kongsi), aktivitas religi dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Untuk kepentingan lebih luas, juga masih dipraktekkan, seperti : pembuatan dan perawatan jalan, Pembuatan jembatan, Tempat pemandian umum, pembangunan tempat ibadah , dan upacara-upacara adat serta upacara hari-hari besar negara Repulik Indonesia. Mereka selalu melaksanakan gotong royong untuk tujuan mendapatkan hasil yang optimal dari suatu kegiatan.