Upacara adat dalam istilah lokal atau tradisional dinamakan dengan kerja-kerja. Dalam perkembangan
berikutnya sering juga dinamakan pesta adat. Seperti halnya masyarakat Pakpak
umumnya, masyarakat Pakpak Bharat yang mayoritas mengaku sebagai etnis
Pakpak mengenal dua jenis upacara adat.
Jenis pertama dinamakan dengan kerja
baik, yakni jenis upacara adat yang sifatnya sukacita, misalnya upacara
kelahiran, upacara perkawinan, upacara menanda
tahun dan lain-lain. Jenis kedua disebut kerja njahat, yakni jenis upacara adat yang sifatnya duka cita,
misalnya upacara mengrumbang, mate ncayur
ntua, menutung tulan dan lain-lain (Berutu, 2008).
Semua jenis upacara ini dapat juga diklasifikasikan dengan beberapa tipe
berdasarkan banyak dan sedikitnya jumlah peserta dalam suatu upacara adat.
Pertama upacara dalam rumah tangga; kedua upacara dalam keluarga luas; ketiga
upacara yang melibatkan tetangga dan warga komunitas kuta; dan ke empat upacara yang melibatkan suatu marga atau warga beberapa kuta. Contoh upacara adat dalam rumah
tangga misalnya upacara merkottas; meneppuh babah, dan sebagainya; upacara
dalam keluarga luas misalya, upacara menerbeb; mengambat dan sebagainya; uparaca
yang melibatkan tetangga atau warga komunitas kuta misalnya, upacara menanda
tahun, mendomi sapo, mendegger uruk dan sebagainya. Upacara adat tersebut, juga
dapat dikategorikan berdasarkan
keterkaitan dengan mata pencaharian hidup, lingkungan alam, daur hidup,
komunitas dan kekerabatan.